Jakarta, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat bersama Satgas Anti Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Maindaling Natal Sumatera Utara menelusuri keberadaan ladang ganja di pegunungan Simpang Pahu, Desa Banjar Lancat, Penyambungan Timur, Maindaling Natal, Sumatera Utara pada Sabtu (18/1/2020) lalu.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz mengatakan, landang ganja yang ditemukan pihaknya seluas 5 hektar yang diketahui milik SN.
Butuh waktu 8 jam dari Polres Maindailing menuju lokasi menggunakan mobil offroad. Perjalanan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.
“Sekitar pukul 10.15 WIB kami tiba di Desa Banjar Lancat. Di sana anggota dibagi menjadi tiga tim untuk naik ke atas gunung untuk menuju ladang ganja,” imbuh Erick.
Erick menceritakan, sesampainya di Desa Banjar Lancat, perjalanan menuju ladang ganja harus ditempuh dengan berjalan kaki. Sebab, akses menuju lokasi harus melewati sungai dan bebatuan licin. Tidak hanya akses yang sulit, nyawa anggota pun terancam dengan keberadaan binatang buas.
“Banyak anggota yang terpeleset jatuh ke sungai. Tapi mereka berdiri lagi demi sampai di atas gunung yang terdapat ladang,” Jelas Akbp Erick.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, akhirnya anggota kepolisian tiba di ladang ganja. Di sana anggota menggambil ratusan batang ganja dan ganja kering hasil panen seberat 20 kilogram.
“Kami bawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk barang bukti,” ucapnya.
Erick melanjutkan, perjalanan pulang ternyata lebih ekstreme, meski melalui jalur yang sama. Sebab, kondisi jalan yang sebelumnya dilalui tidak terlihat karena matahari mulai tenggelam.
“Anggota kami juga ada yang jatuh ke jurang karena tanah di sana amblas ketika diinjak. Beruntung anggota bernama Briptu Ilham selamat, meski sempat pingsan sebentar di dalam jurang,” ungkapnya.
Sementara, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dalam conferensi pers mengaku bangga atas kinerja Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat yang mengungkap ladang ganja di Pegunungan Simpang Pahu, Desa Lancat, Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Nana mengatakan, pengungkapan ditempuh dengan susah payah. Sebab, untuk mengakses ladang ganja, kepolisian harus melewati jalan terjal selama 8 jam.
“Jadi untuk ladang ganja ini kami lakukan pemusnahan ya oleh anggota di atas pegunungan,” ujar Irjen Nana, Rabu (22/1/2020).
Nana meyatakan, untuk seluruh anggota yang ikut dalam pengungkapan ladang ganja tersebut, pihaknya akan memberikan reward. Sebab, dengan pemberian penghargaan ini akan memacu semangat seluruh anggotanya dalam mengungkap narkoba.
“Tentunya saya akan berikan penghargaan dan saya juga akan mengajukan ke Kapolri terkait penghargaan ungkapan ini,” tuturnya.
Kemudian, untuk anggota Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Briptu Ilham yang sempat jatuh ke dalam jurang dirinya akan mendapat penghargaan khusus. Sebab, Ilham sudah bersusah payah hingga mengorbankan nyawanya dan sempat terjatuh ke dalam jurang sedalam 10 meter.
“Ya memang anggota di sana ada suka duka dan penuh resiko dan saya akan berikan penghargaan karena ini suatu prestasi. Kita harus perhatikan dan atensi,” tutup dia.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat mengungkap Ganja seberat 254 Kg ganja di Nopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dari ungkapan itu Unit 2 Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pimpinan kanit 2 Akp Maulana mukarom dibackup Satgas Anti Narkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap ladang ganja.
( Humas Polres Metro Jakarta Barat )


